ISD sebagai salah satu MKDU
Pengertian ISD (ilmu sosial
dasar) adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari atau menelaah tentang masalah-
masalah sosial didalam sebuah masyarakat yang diharapkan dapat memberikan
pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep- konsep yang dikembangkan
untuk mengkaji masalah manusia. Maka dari itu pelajaran ilmu budaya dasar
diberikan kepada mahasiswa sebagai suatu bahan program studi atau mata kuliah
umum. Dan diberikan dalam rangka usaha untuk memberikan pengetahuan dasar dan
pengetahuan umum tentang konsep- konsep yang dikembangkan guna mengkaji gejala-
gejala sosial agar daya tanggap, presepsi, dan penalaran mahasiswa dalam
menghadapi lingkungan sosialnya.
Tujuan ilmu sosial dasar terbagi
2 yaitu:
a.
Tujuan umum diselenggarakannya mata kuliah ilmu
sosial dasar adalah pembentukan dan pengembangan kepribadian serta perluasan
wawasan perhatian, pengetahuan dan pemikiran mengenai berbagai gejala yang ada
dan timbul dalam lingkungannya., khususnya gejala berkenaan dengan masyarakat
dengan orang lain, agar daya tanggap, presepsi, dan penalaran berkenaan dengan lingkungan
sosial dapat dipertanjam.
b.
Tujuan khusus meliputi
-
Memahami dan menyadari adanya kenyataan-
kenyatan sosial dan masalah- masalah sosial yang ada didalam masyarakat
-
Peka terhadap masalah- masalah sosial dan
tanggap untuk ikut serta dalam usaha- usaha menanggulanginya.
-
Menyadari bahwa setiap masalah sosial yang
timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mendekatinya
(mempelajarinya)
-
Memahami jalan pikiran para ahli dalam bidang
ilmu pengetahuan lain dan dapat berkomunikasi dengan mereka dalam rangka
penanggulangan masalah sosialnyang timbul dalam masyarakat.
Berdasarkan sumber ilmu filsafat yang dianggap sebagai ibu dari ilmu
pengetahuan, maka ilmu pengetahuan dibagi menjadi 3 kelompok yaitu:
1.
Ilmu- ilmu ilmiah (natural science) ilmu- ilmu
ilmiah bertujuan mengetahui keteraturan- keteraturan yang terdapat dalam alam
semestra. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah denan
menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat
analisis untuk menentukan suatu kualitas.
2.
Ilmu- ilmu sosial (social science) ilmu- ilmu
sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan- keteraturan yang terdapat dalam
hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai
pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah.
3.
Pengetahuan budaya (the humanities) bertujuan
untuk memahami dan mencari arti kenyataan- kenyataan yang bersifat manusiawi.
Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa- peristiwa dan
kenyataan- kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.
Perbedaan ISD dan IPS
1.
Ilmu sosial dasar diberikan diperguruan tinggi,
sedangkan IPS diberikan di SD hingga SMA
2.
ISD merupakan suatu mata kuliah tunggal,
sedangkan IPS tediri sejumlah mata pelajaran (untuk sekolah lanjutan)
3.
ISD diarahkan untuk pembentukan sikap, sedangkan
IPS diarahkan untuk pembentukan keterampilan
Persamaan ISD dan IPS
1.
Dua- duanya merupakan bahan studi untuk
pendidikan
2.
Dua- duanya bukan disiplin ilmu yan terdiri
sendiri
3.
Dua- duanya punya materi yang berasal dari masalah
dan kenyataan sosial.
Ruang lingkup ISD
Bahan
pembelajaran ilmu sosial dasar dapat dibedakan menjadi 3 golongan:
1.
Kenyataan- kenyataan sosial yang ada dalam
masyarakat, yang secara bersama- sama merupakan masalah sosial tertentu
2.
Konsep- konsep sosial atau pengertian-
pengertian tentang kenyataan- kenyataan sosial dibatasi pada konsep dasar atau
elementer saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah- masalah sosial
yang dibahas dalam Ilmu Pengetahuan Sosial
3.
Masalah- masalah yang timbul dalam masyarakat,
biasanya terlibat dalam berbagai kenyatan- kenyataan sosial yang satu dengan
yang lainnya berbeda
Sumber:
Penduduk,
Masyarakat dan Kebudayaan
Perkembangan Penduduk Dunia Menggunakan Tabel. Kita bisa lihat
tabel dibawah ini yang saya ambil contoh dari tahun – tahun sebelumnya
Perkembangan Penduduk Dunia pada tahun 1950 sampai 2008.
China
|
562,579,779
|
China
|
1,333,207,572
|
USA
|
152,271,000
|
India
|
1,154,845,005
|
Russia
|
101,936,816
|
USA
|
304,838,948
|
Japan
|
83,805,000
|
Indonesia
|
238,567,492
|
Brazil
|
197,254,181
|
||
Word
|
2,555,948,654
|
Word
|
6,736,383,012
|
Populasi tahun 1950
|
Populasi tahun 2008
|
Bisa kita lihat rata – rata setiap negera penduduknya bisa
bertambah hingga 2x lipatnya. Lalu perkembangan penduduk dunianya bertambah
hingga 3x lipatnya. Itu berarti penduduk dunia sangat pesat pertumbuhannya.
Tabel Penggandaan Penduduk Dunia
Tahun penggandaan
Tahun
penggandaan
|
Perkiraan
penduduk dunia
|
waktu
|
800
SM
|
5
juta
|
-
|
1650
tahun
|
500
juta
|
1500
|
1830
tahun
|
1
milyard
|
180
|
1930
tahun
|
2
milyard
|
100
|
1975
tahun
|
4
milyard
|
45
|
Sumber : Ehrlich, Paul, R, et al, Human Ecology W.H. Freeman and
Co San Fransisco.
Menggunakan interpolasi linear dari perkiraan UNDESA, populasi
dunia telah meningkat dua kali lipat atau akan dua kali lipat dalam tahun-tahun
berikutnya (dengan dua titik tolak yang berbeda). Perhatikan bagaimana, selama
2 milenium, menggandakan masing-masing mengambil kira-kira setengah selama dua
kali lipat sebelumnya, pas model pertumbuhan hiperbolik disebutkan di atas.
Namun, tidak mungkin bahwa akan ada penggandaan lain dalam abad ini
Faktor-Faktor
Demografi yang Mempengaruhi Pertambahan Penduduk
a.
Kematian (Mortalitas)
Kematian adalah hilangnya tanda-tanda
kehidupan manusia secara permanen. Kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk
dan untuk menghitung besarnya angka kematian caranya hampir sama dengan
perhitungan angka kelahiran. Banyaknya kematian sangat dipengaruhi oleh faktor
pendukung kematian (pro mortalitas) dan faktor penghambat kematian (anti
mortalitas).
b.
Kelahiran (Natalitas)
Kelahiran bersifat menambah jumlah
penduduk. Ada beberapa faktor yang menghambat kelahiran (anti natalitas) dan
yang mendukung kelahiran (pro natalitas)
Rumus
Tingkat Kematian Kasar
CDR = D/P x
K
Ket :
CDR
= Crude Death Rate (Angka Kematian Kasar).
D
= Jumlah
kematian (death) pada tahun tertentu
P
= Jumlah
penduduk pada pertengahan tahun tertentu
K
= Bilangan konstan 1000
Rumus
Tingkat Kematian Khusus
ASDRx =
Dx/Px x K
Ket :
ASDRx
= Angka Kematian khusus umur tertentu (x)
Dx
= Jumlah Kematian pada umur tertentu selama satu tahun
Px
= Jumlah Penduduk pada umur tertentu
K
= Bilangan konstan 1000
Angka
Kelahiran
Angka
kelahiran yaitu angka yang menunjukkan rata-rata jumlah bayi yang lahir setiap
1000 penduduk dalam waktu satu tahun.
Ada beberapa
cara untuk menghitung besarnya angka kelahiran yaitu:
Angka
Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate)
Rumus yang
digunakan untuk menghitung yaitu:
CBR = B/P x
K
Ket :
CBR
= Crude Birth Rate (Angka Kelahiran Kasar)
B
= Jumlah kelahiran dalam satu tahun
P
= Jumlah
seluruh penduduk pada pertengahan tahun
K
= Bilangan konstan 1000
Angka
kelahiran ini disebut kasar karena perhitungannya tidak memperhatikan jenis
kelamin dan umur penduduk, padahal yang dapat melahirkan hanya penduduk wanita.
Angka
kelahiran menurut kelompok umur (Age Specific Fertiliy Rate) disingkat ASFR
Rumus yang
digunakan untuk menghitung yaitu:
ASFRx =
Bx/Pfx x k
Ket :
ASFRx
= Angka kematian menurut kelompok umur x
Bx
= Jumlah Kelahiran dari
wanita pada kelompok umur x
Pfx
= Jumlah wanita pada kelompok umur x
K
= Bilangan konstan 1000
X
= Umur wanita kelompok umur tertentu yang umumnya dihitung tiap 5 tahun seperti
15 – 19 tahun, 20 – 24 tahun dan seterusnya
Dengan rumus
tersebut kita dapat mengetahui kelompok umur mana yang paling banyak terjadi
kelahiran. Perlu diketahui bahwa usia 15 – 49 tahun adalah usia subur
bagi wanita. Pada usia itulah wanita mempunyai kemungkinan untuk dapat
melahirkan anak.
Pengertian
dan Akibat Migrasi
Secara umum
Migrasi adalah perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu
tempat ke tempat lain melewati batas administratif (migrasi internal) atau
batas politik/negara (migrasi internasional). Dengan kata lain, migrasi
diartikan sebagai perpindahan yang relatif permanen dari suatu daerah (negara)
ke daerah (negara) lain.
Ada dua
dimensi penting dalam penalaahan migrasi, yaitu dimensi ruang/daerah (spasial)
dan dimensi waktu.
Tinjauan
migrasi secara regional sangat penting dilakukan terutama terkait dengan
kepadatan dan distribusi penduduk yang tidak merata.
Migrasi
salah satu dari tiga komponen dasar dalam demografi, Migrasi bersama dengan dua
komponen lainnya, kelahiran dan kematian, mempengaruhi dinamika kependudukan di
suatu wilayah.
Macam-Macam
Migrasi dan Proses Migrasi
Berikut
adalah macam-macam migrasi :
a.
Migrasi masuk (in migration), yaitu masuknya
penduduk ke suatu daerah tujuan
b.
Migrasi keluar (out migration), yaitu
perpindahan penduduk keluar dari suatu daerah asal
c.
Migrasi neto (net migration), yaitu merupakan
selisih antara jumlah migrasi masuk dan migrasi keluar
d.
Migrasi bruto (gross migration), yaitu jumlah
migrasi masuk dan migrasi keluar
e.
Migrasi total (total migration), yaitu seluruh
kejadian migrasi, mencakup migrasi semasa hidup dan migrasi pulang
f.
Migrasi internasional (international migration),
yaitu perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lain
g.
Migrasi semasa hidup ((life time migration),
yaitu migrasi berdasarkan tempat kelahiran. Mereka yang pada waktu pencacahan
sensus bertempat tinggal didaerah yang berbeda dengan daerah tempat lahirnya
h.
Migrasi parsial (partial migration), yaitu
jumlah migran ke suatu daerah tujuan dari daerah asal atau dari daerah asal ke
satu daerah tujuan
i.
Arus migrasi (migration stream), yaitu jumlah
atau banyaknya perpindahan yang terjadi dari daerah asal ke daerah tujuan dalam
jangka waktu tertentu
j.
Urbanisasi (urbanization), yaitu bertambahnya
proposisi penduduk yang berdiam didaerah kota yang disebabkan oleh proses
perpindahan penduduk ke kota dan atau akibat dari perluasan kota
k.
Transmigrasi (transmigration), yaitu pemindahan
dan perpindahan penduduk dari suatu daerah untuk menetap ke daerah lain yang
ditetapkan didalam wilayah RI guna kepentingan pembangunan negara atau karena
alasan-alasan yang dipandang perlu oleh pemerintah berdasarkan ketentuan yang
diatur dalam undang-undang
Proses
Migrasi Penduduk dari Asal ke Daerah Tujuan :
l.
Dalam memilih daerah tujuan para imigran
cenderung memilih daerah yang terdekat dengan daerah asal
m.
Kurangnya kesempatan kerja didaerah asal dan
adanya kesempatan kerja didaerah tujuan merupakan salah satu alasan seseorang
melakukan mobilitas penduduk
n.
Informasi yang positif dari sanak saudara,
kerabat tentang daerah tujuan, merupakan sumber informasi yang penting dalam
pengambilan keputusan seseorang untuk berimigrasi
o.
Informasi yang negatif yang dating ari daerah
tujuan, menyebabkan orang enggan untuk berimigrasi
p.
Makin besar pengaruh daerah perkotaan terhadap
seseorang, makin tinggi frekuensi mobilitas orang tersebut
q.
Makin tinggi pendapatan seseorang, makin tinggi
frekuensi mobilitas orang tersebut
r.
Seseorang akan memilih daerah tujuan dimana
terdapat sanak saudara atau kenalan yang berada didaerah tersebut
s.
Migrasi masih akan terjadi apabila di suatu
daerah ada bencana alam (banjir, gempa bumi dll)
t.
Orang yang berumur muda dan belum berumah tangga
lebih banyak mengadakan mobilitas daripada orang yang sudah berusia lanjut dan
berstatus kawin
u.
Makin tinggi pendidikan seseorang, makin banyak
melaksanakan mobilitas penduduk
Berikut ini
adalah akibat yang muncul dari migrasi :
Akan terjadi
pertikaian didalam suatu kota yang banyaknya imigrasi dikarenakan banyaknya
orang yang bersuku tidak sama, perbedaan sosial budaya, pola pikiran yang tidak
sepaham, adab tutur kata yang tidak sama, dan memandang suatu nilai orang.
Rawan
terjadi bencana alam, karena apabila imigran datang tentu saja mereka mencari
tempat tinggal, maka lahan penghijauan pun menjadi sasaran untuk dibuatnya
perumahan sehingga untuk resapan air pun berkurang sehingga akan terjadi
bencana alam banjir dan juga wabah penyakit.
Kesehatan
menjadi harga yang lebih mahal di dalam kota migrasi karena, makin banyak
imigran yang datang dengan membawa alat kendaraannya dan juga elektronik yang
mempunyai radiasi dan polusi pun dimana-mana.
Area
pemakanan yang berkurang karena lahan yang seharusnya dijadikan tempat
pemakanan, dijadikan fasilitas umum seperti mall dan bangunan lainnya.
Lahan
pekerjaan yang sempit karena banyaknya orang yang mau menetap di kota migrasi
dengan mencari uang tetapi sudah banyaknya lahan pekerjaan yang diambil orang
dan juga peluang bisnis yang area penjualannya sangat sempit.
Jenis
Struktur Penduduk:
a.
Piramida Penduduk Muda
Piramida ini menggambarkan komposisi
penduduk dalam pertumbuhan dan sedang berkembang.
b.
Piramida Stationer
Bentuk piramida ini menggambarkan
keadaan penduduk yang tetap (statis) sebab tingkat kematian rendah dan tingkat
kelahiran tidak begitu tinggi.
c.
Piramida Penduduk TuaBentuk piramida penduduk
ini menggambarkan adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesat dan
tingkat kematian kecil sekali.
Bentuk
Piramida Penduduk
1.
Piramida penduduk muda berbentuk limas
Piramida ini menggambarkan jumlah
penduduk usia muda lebih besar dibanding usia dewasa. Jumlah angka
kelahiran lebih besar daripada jumlah kematian. Contoh Negara
: India, Brazilia, Indonesia.
2.
Piramida penduduk stasioner atau tetap berbentuk
granat
Bentuk ini menggambarkan jumlah
penduduk usia muda seimbang dengan usia dewasa. Tingkat kematian rendah
dan tingkat kelahiran tidak begitu tinggi. Contoh Negara : Swedia,
Belanda, Skandinavia.
3.
Piramida penduduk tua berbentuk batu nisan
Piramida bentuk ini menunjukkan
jumlah penduduk usia muda lebih sedikit bila dibandingkan dengan usia
dewasa. Jika angka kelahiran jenis pria besar, maka suatu negara bisa
kekurangan penduduk. Contoh Negara : Jerman, Inggris, Belgia,
Prancis.
Pengertian Rasio
Ketergantungan
Rasio Ketergantungan (Dependency Ratio) adalah perbandingan antara
jumlah penduduk berumur 0-14 tahun, ditambah dengan jumlah penduduk 65 tahun
keatas dibandingkan dengan jumlah penduduk usia 15-64 tahun. Rasio
ketergantungan dapat dilihat menurut usia yakni Rasio Ketergantungan Muda dan
Rasio Ketergantungan Tua. Rasio ketergantungan (dependency ratio) dapat
digunakan sebagai indikator yang secara kasar dapat menunjukkan keadaan ekonomi
suatu negara apakah tergolong negara maju atau negara yang sedang berkembang.
Semakin tingginya persentase dependency ratio menunjukkan semakin tingginya
beban yang harus ditanggung penduduk yang produktif untuk membiayai hidup
penduduk yang belum produktif dan tidak produktif lagi. Sedangkan persentase dependency
ratioyang semakin rendah menunjukkan semakin rendahnya beban yang ditanggung
penduduk yang produktif untuk membiayai penduduk yang belum produktif dan tidak
produktif lagi.
Pertumbuhan
dan Perkembangan Kebudayaan di Indonesia
a.
Zaman Batu Tua (Palaeolithikum)
Alat-alat batu pada zaman batu tua,
baik bentuk ataupun permukaan peralatan masih kasar, misalnya kapak genggam
Kapak genggam semacam itu kita kenal dari wilayah Eropa, Afrika, Asia Tengah,
sampai Punsjab(India), tapi kapak genggam semacam ini tidak kita temukan di
daerah Asia Tenggara
Berdasarkan penelitian para ahli
prehistori, bangsa-bangsa Proto-Austronesia pembawa kebudayaan Neolithikum
berupa kapak batu besar ataupun kecil bersegi-segi berasal dari Cina Selatan,
menyebar ke arah selatan, ke hilir sungai-sungai besar sampai ke semenanjung
Malaka Lalu menyebar ke Sumatera, Jawa. Kalimantan Barat, Nusa Tenggara, sampai
ke Flores, dan Sulawesi, dan berlanjut ke Filipina.
b.
Zaman Batu Muda (Neolithikum)
Manusia pada zaman batu muda telah
mengenal dan memiliki kepandaian untuk mencairkan/melebur logam dari biji besi
dan menuangkan ke dalam cetakan dan mendinginkannya. Oleh karena itulah mereka
mampu membuat senjata untuk mempertahankan diri dan untuk berburu serta membuat
alat-alat lain yang mereka perlukan.
Ciri –
ciri zaman batu muda :
1.
Mulai menetap dan membuat rumah
2.
Membentuk kelompok masyarakat desa
3.
Bertani
4.
Berternak untuk memenuhi kebutuhan hidup
Bangsa-bangsa
Proto-austronesia yang masuk dari Semenanjung Indo-China ke Indonesia itu
membawa kebudayaan Dongson, dan menyebar di Indonesia. Materi dari kebudayaan
Dongson berupa senjata-senjata tajam dan kapak berbentuk sepatu yang terbuat
dari bahan perunggu.
Kebudayaan
Hindu, Budha, dan Islam
Kebudayaan
Hindu dan Budha
Pada abad
ke-3 dan ke-4 agama hindu mulai masuk ke Indonesia di Pulau Jawa. Perpaduan
atau akulturasi antara kebudayaan setempat dengan kebudayaan. Sekitar abad ke 5
ajaran Budha masuk ke indonesia, khususnya ke Pulau Jawa. Agama Budha dapat
dikatakan berpandangan lebih maju dibandingkan Hinduisme,sebab budhisme tidak
menghendaki adanya kasta-kasta dalam masysrakat. Walaupun demikian, kedua agama
itu di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa tumbuh dan berdampingan secara damai.
Baik penganut hinduisme maupun budhisme masng-masing menghasilkan karya- karya
budaya yang bernilai tinggi dalam seni bangunan, arsitektur, seni pahat, seni
ukir, maupun seni sastra, seperti tercermin dalam bangunan, relief yang
diabadikan dalam candi-candi di Jawa Tengah maupun di Jawa Timur diantaranya
yaitu Borobudur, Mendut, Prambanan, Kalasan, Badut, Kidal, Jago, Singosari,
dll.
Kebudayaan
Islam
Abad ke 15
da 16 agama islam telah dikembangkan di Indonesia, oleh para pemuka-pemuka
islam yang disebut Walisongo. Titik penyebaran agama Islam pada abad itu
terletak di Pulau Jawa. Sebenarnya agama Islam masuk ke Indonesia, khususnya di
Pulau Jawa sebelum abad ke 11 sudah ada wanita islam yang meninggal dan
dimakamkan di Kota Gresik. Masuknya agama Islam ke Indonesia berlangsung secara
damai. Hal ini di karena masuknya Islam ke Indonesia tidak secara paksa.
Abad ke 15
ketika kejayaan maritim Majapahit mulai surut , berkembanglah negara-negara
pantai yang dapat merongrong kekuasaan dan kewibawaan majapahit yang berpusat
pemerintahan di pedalaman. Negara- negara yang dimaksud adalah Negara malaka di
Semenanjung Malaka,Negara Aceh di ujung Sumatera, Negara Banten di Jawa Barat,
Negara Demak di Pesisir Utara Jawa Tengah, Negara Goa di Sulawesi Selatan .
Dalam proses perkembangan negara-negara tersebut yang dikendalikan oleh
pedagang. Pedagang kaya dan golongan bangsawan kota- kota pelabuhan, nampaknya
telah terpengaruh dan menganut agama Islam. Daerah-daerah yang belum tepengaruh
oleh kebudayaan Hindu, agama Islam mempunyai pengaruh yang mendalam dalam
kehidupan penduduk. Di daerah yang bersangkutan. Misalnya Aceh, Banten,
Sulawesi Selatan, Sumatera Timur, Sumatera Barat, dan Pesisr Kalimantan.
Kebudayaan
Barat
Unsur kebudayaan barat juga memberi warna terhadap corak lain dari
kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia adalah kebudayaan Barat. Masuknya
budaya Barat ke Negara Republik Indonesia ketika kaum kolonialis atau penjajah
masuk ke Indonesia, terutama bangsa Belanda. Penguasaan dan kekuasaan
perusahaan dagang Belanda (VOC) dan berlanjut dengan pemerintahan kolonialis
Belanda, di kota-kota propinsi, kabupaten muncul bangunan-bangunan dengan
bergaya arsitektur Barat. Dalam waktu yang sama, dikota-kota pusat
pemarintahan, terutama di Jawa, Sulawesi Utara, dan Maluku berkembang dua
lapisan sosial ; Lapisan sosial yang terdiri dari kaum buruh, dan kaum pegawai.
Sehubungan dengan itu penjelasan UUD’45 memberikan rumusan
tentang kebudayaan memberikan rumusan tentang kebudayaaan bangsa Indonesia
adalah: kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budi rakyat Indonesia
seluruhnya, termasuk kebudayaan lama dan asli yang ada sebagai puncak
kebudayaan di daerah-daerah di seluruh Indonesia. Dalam penjelasan UUD’45
ditujukan ke arah mana kebudayaan itu diarahkan, yaitu menuju kearah kemajuan
budaya dan persatuan, dengan tidak menolak bahan baru kebudayaan asing yang
dapat mengembangkan kebudayaan bangsa sendiri serta mempertinggi derajat
kemanusiaan bangsa Indonesia
Sumber:
Individu,
Keluarga dan Masyarakat
Pertumbuhan
individu
Individu berasal dari kata latin “individuum” yang artinya tak terbagi.
Kata individu merupakan sebutan yang dapat untuk menyatakan suatu kesatuan yang
paling kecil dan terbatas. Kata individu bukan berarti manusia sebagai
keseluruhan yang tak dapat dibagi melainkan sebagai kesatuanyang terbatas yaitu
sebagai manusia perseorangan. Demikian pendapat Dr. A. Lysen. Individu menurut
konsep sosiologis berarti manusia yang hidup berdiri sendiri. Individu sebagau
makhlum ciptaan Tuhan didalam dirinya selalu dilengkapi pleh kelengkappan hidup
yang meliputi raga, rasa, rasio, dan rukun
1.
Raga: merupakan bentuk jasad manusiayan khas
yang dapat membedakan antara individu yang satu denga yang lain, sekalipun
dengan hakekat yang sama
2.
Rasa: merupakan perasaan manusia yangdapat
menangkap objek gerakan dari benda- benda isi alam semesta atau perasaan yan
menyangkut dengan keindahan
3.
Rasio atau akal pikirran: merupakan kelengkapan
manusia untuk mengembangkan diri, mengatasi segala sesuatu yang diperlukan
dalam diri tiap manusia dan merupakan alat untuk mencerna apa yang diterima
oleh panca indera
4.
Rukun atau pergaulan hidup: merupakan bentuk
sosialisasi dengan manusia dan hidup berdampingan satu sama lain secara
harmonis, damai dan saling melengkapi. Rukun inilah yang dapat membantu manusia
untuk membentuk suatu kelompok sosial yang sering disebut masyarakat
Perkembangan manusia yang wajar dan normal harus melalui proses
pertumbuhan dan perkembangan lahir batin. Dalam arti bahwa individu atau
pribadi manusia merupakan keseluruhan jiwa raga yang mempunyai ciri- ciri khas
tersendiri. Walaupun terdapat perbedaan pendapat diantara para ahli, namun
diakui bahwa pertumbuhan adalah suatu perubahan yang menuju kearah yang lebih
maju, lebih dewasa. Timbul berbagai pendapat dan berbagai aliran
mengenaipertumbuham. Menurut para ahli yang menganut aliran sosiasi
berpendapat, bahwa pertumbuhan pada dasarnya adalah proses asosias. Dapat
disimpulkan bahwa pertumbuhan adalah proses sosialisasi yaitu proses
pertumbuhan dari sifat mula- mula yang asosia juga sosial kemudian tahap demi
tahap disosialisasikan. Menurut aliran psikologi gestalt pertumbuhan adalah
proses diferensiasi. Dalam proses diferensiasi yang pokok adalah keseluruhan
sedang bagian- bagian hanya keseluruhan dalam hubungan fungsional dengan
bagian- bagian yang lain. Jadi menurut proses ini keseluruhan yang lebih dahulu
ada, baru kemudian menyusun bagian- bagiannya. Dapat disimpulkan bahwa
pertumbuhan ini adalah proses perubahan secara perlahan- lahan pada manusia
dalam mengenal suatu yang semula mengenal sesuatu secarakeseluruhan baru
kemudian mengenal bagian- bagian dari lingkungan yang ada.
Faktor- faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
Pendiri
nativiksi. Menurut para ahli dari golongan ini berpendapat bahwa pertumbuhan
itu semata- mata ditentukan oleh faktor- faktor yang dibawa sejak lahir.
Pendirian Empristik dan environmentalistik. Pendiri ini berlawanan dengan
pendapat nativiksi, mereka menganggap bahwa pertubuhan inidvidu semata- mata
tergantung pada lingkungan sedang dasar tidak berperan sama sekali. Pendiri
konvergensi dan interaksionisme. Aliran ini berpendapat bahwa interaksi antara
dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu
Keluarga adalah unit/ satuan masyarakat terkecil yang sekaligus
merupakan suaru kelompok kecil dalam masyarakat. Kelompok ini dalam hubungannya
dengan perkembangan individu sering dikenal dengan sebutan primary group.
Kelompok inilah yang melahirkan individu dengan berbagai macam bentuk
kepribadian dalam masyarakat. Keluarga merupakan gejala universal yang terdapat
dimana- mana didunia ini. Sebagai gejala yang universal, keluarga mempunyai 4
karakter yang memberi kejelasan tentang
konsep keluarga. Keluarga terdiri dari orang- orang yang bersatu karena ikatan
perkawinan, darah atau adopsi. Yang mengikat suami dan istri adalah perkawinan,
yang mempersatukan orang tua dan anak- anak adalah hubungan darah (umumnya) dan
kadang- kadang adopsi. Para anggota suatu keluarga biasanya hidup bersama- sama
dalam satu rumah dan mereka membentuk suatu rumah tangga (household),
kadang-kadang satu rumah tangga itu hanya terdiri dari suami istri tanpa anak-
anak, atau dengan satu atau dua anak saja. Keluarga itu merupakan satu kesatuan
orang- orang yang berinteraksi dan saling berkomunikasi, yang memainkan peran
suami dan istri, bapak dan ibu, anak laki- laki dan anak perempuan. Keluarga
itu mempertahankan suatu kebudayaan bersama yang sebagian besar berasal dari
kebudayan umum yang lebih buas. Dalam bentuknya yang paling dasar sebuah
keluarga terdiri atas seorang laki- laki dan seorang perempuan, dan ditambah
dengan anak- anak mereka yang belum menikah, biasanya tinggal dalam satu rumah,
dalam antropologi disebut keluara inti. Satu keluarga ini dapat juga terwujud
menjadi keluarga luas dengan adanya tambahan dari sejumlah orang lain, baik
yang kerabat aupun yang tidak sekerabat, yang secara bersama- sama hidup dalam
satu rumah
Macam- macam fungsi keluarga:
1.
Fungsi biologis
2.
Fungsi pemeliharaan
3.
Fungsi ekonimi
4.
Fungsi keagamaan
5.
Fungsi sosial
Masyarakat adalah suatu istilah yang kita kenal dalam kehidupan sehari-
hari, ada masyarakat kota, masyarakat desa, masyarakat ilmiah, dan lain- lain.
Dalam bahasa inggris dipakai istilah society yang berasal dari kata latin
socius, yang berarti “kawan” istilah masyarakat itu sendiri berasal dari akar
kata Arab yaitu Syaraka yang berarti “ikut serta, berpartisipasi”
Dalam perkembangan dan pertumbuhannya masyarakat dapat digolongkan
menjadi:
1.
Masyarakat sederhana. Dalam lingkugan masyarakat
sederhana (primitive) pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis
kelamin pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin, nampaknya berpangkal tolak
dari latar belakang adanya kelemahan dan kemampuan fisik antara seorang wanita
dan pria dalam menghadapi tantangan- tantangan alam yang buas saat itu.
2.
Masyarakat maju. Masyarakat maju memiliki aneka
ragam kelompok sosial, atau lebih dikenal dengan sebutan kelompok organisasi
kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan
tertentu yang akan dicapai. Dalam lingkungan masyarakat maju, dapat dibedakan.
a.
Masyarakat non industri. Secara garis besar,
kelompok ini dapat digolongkan menjadi dua golongan yaitu kelompok primer dan
kelompok sekunder. Dalam kelompok primer, interaksi antar anggotanya terjadi
lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. Kelompok ini disebut juga keompok face
to face group. Sifat interaksi bercorak kekeluargaan dan lebih berdasarkan
simpati. Pembagian kerja atau pembagian tugas pada kelompok ini dititik berakar
pada kesadaran, tanggung jawab para anggota dan berlangsung atas dasar rasa
simpati dan secara sukarela. Dalam kelompok sekunder terpaut saling berhubungan
tidak langsung, formal, juga kurang bersifat kekeluaraan. Oleh karena itu sifat
interaksi, pembagian kerja, atur atas dasar pertimbangan- pertimbangan rasional
obyektif. Para anggota menerima pembagian kerja atas dasar kemampuan/ keahlian
tertentu, disamping dituntut target dan tujuan tertentu yangtelah ditentukan.
b.
Masyarakat industri. Masyarakat yang pembagian
kerjanya bertambah kompleks, suatu tanda bahwa kapasitas masyarakat semakin
tinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antara
kelompok- kelompok masyarakat yang telah mengenal pengkhususan. Otonomi
sejenis, juga menjadi ciri dari bagian masyarakatindustri. Otonomi sejenis
dapat diartikan sebagai kepandaian khusus yang dimiliki seseorang secara
mandiri, sampai pada batas- batas tertentu. Contoh: tukang roti, tukang
seepatu, tukang bubut, dan tukang las.
Hubungan individu, keluarga, dan masyarakat adalah hubungan sosial yang
tidak bisa dipisahkan. Yakni, tidak akan pernah ada keluarga dan masyarakat
apabila tidak ada individu. Sementara dipihak lain unttuk mengembangkan
eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluara dan
masyarakat, yaitu media dimana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya
serta menumbuh kembangkan perilakunya. Karna tak dapat dipungkiri bahwa prilaku
sosial suatu individu tersebut tergantung dari keluarga dan masyarakat
disekitarnya. Keluarga sebagai lingkungan pertama seorang individu memiliki
peran besardalam pembentukan sikap suatu individu, sedang masyarakat merupakan
media sosial seorang individu dalam menyampaikan ekspresinya secara lebih luas.
Sehingga dapat menjadi suatu tolak ukur apakah sikapnya benar atau salah dalam
suatu masyarakat tersebut
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi
ialah masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak
merata antara desa dengan kota akan menmbulkan berbagai permasalahan kehidupan
sosial masyarakat. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa
didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat
penegak hukum,perumahan, penyedia pangan, dan lain sebagainya tentu adalah
suatu masalah yang harus segera dicari jalan keluarnya.
Proses terjadinya urbanisasi , anatar lain faktor- faktor urbanisasi
dibagi menjadi 3 yakni:
A.
Faktor penarikan. Terjadinya urbanisasi:
1.
Kehidupan kota yang lebih modern
2.
Sarana dan prasarana kota lebih lengkap
3.
Banyak lapangan pekerjaan dikota
4.
Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi lebih
baik dan berkualitas
B.
Faktor pendorong. Terjadinya urbanisasi
1.
Lahan pertanian semakin sempit
2.
Merasa tidak cocok dengan budaya tempat aslinya
3.
Menganggur karena tidak banyak lapangan
pekerjaan didesa
4.
Terbatasnya sarana dan prasarana didesa
5.
Diusir dari daerah asal
6.
Memiliki impian kuat menjadi orang kaya
C.
Keuntungan urbanisasi
1.
Memodereniasikan warna desa
2.
Menambah pengetahuan warga desa
3.
Menjadi kerja sama yang baik antarwarga suatu
daerah
4.
Mengimbangi masyarakat kota dengan masyarakat
desa
Sumber:
Sumber dan Sosialisasi
Secara hukum pemuda adalah manusia yang berusia 15 –
30 tahun, secara biologis yaitu manusia yang sudah mulai menunjukkan
tanda-tanda kedewasaan seperti adanya perubahan fisik, dan secara agama adalah
manusia yang sudah memasuki fase aqil baligh yang ditandai dengan mimpi basah
bagi pria biasanya pada usia 11 – 15 tahun dan keluarnya
darah haid bagi wanita biasanya saat usia 9 – 13 tahun.
Sosialisasi dapat diartikan sebagai proses belajar individu untuk
mengenal dan menghayati norma-norma serta nilai-nilai sosial sehingga terjadi
pembentukan sikap untuk berperilaku sesuai dengan tuntutan atau perilaku
masyarakatnya
Internalisai belajar dan Sosialisasi
Internalisasi adalah perubahan dalam masyarakat. Sedangkan Sosialisasi
adalah suatu peroses yang mempelajari tentang norma –
norma masyarakat yang akan membentuk keperibadiannnya dilingkungan masyarakat.
Jadi jika tidak adanya Internalisasi dan Sosialisasi didalam lingkungan
masyarakat. Maka tidak akan ada perubahan dilingkungan itu.
Proses Sosialisasi
Proses Sosialisasi ada 4 yaitu:
a.
Tahapan Persiapan : Tahapan ini ilakukan sejak
manusia dilahirkan, pada saat anak – anak mulai mempersiapkan
dirinya untuk mengenal dunia sosialisasi dari lingkungan rumah, media dan
tempat – tempat yag disinggahinya dengan cara meniru walaupun
tidak sempurna.
b.
Tahapan Meniru : Di mana seorang anak yang mulai
sempurna untuk meniru apa yang dilakukan orang dewasa. Dia mulai mengetahui
namanya, nama orang tuanya, dan apa yang dilakukan oleh orang tuanya.
c.
Tahapan Siap Bertindak : Tahapan ini memulai
seorang anak yang hanya meniru menjadi seorang diri yang dia inginkan,
menyadari adanya suatu norma yang ada dirumah maupun dilingkungannya, dan mulai
mendapatkan kompleks yang harus dihadapinya didalam bersosialisasi.
d.
Tahapan Norma Kolektif : Tahapan ini sudah
dianggap dewasa karna didalam dirinya sudah tau sepenuhnya apa itu arti norma
dalam kehidupanyang sebenarnya, memiliki rasa peduli yang tinggi terhadap orang
yang iia kenal maupun orang yang iia tidak kenal dalam arti Masyarakat Luas.
Peran sosial mahasiswa dan pemuda dimasyarakat
Peranan
Sosial Mahasiswa bisa dikatakan pemuda yang aktif dan berintelektual yang akan
berperan sebagai generasi yang diharapkan akan meneruskan generasi sebelumnya,
yang akan membangun negaranya menjadi lebih baik (maju). Sedangkan Pemuda
adalah sesorang Individu atau kelompok yang berperan aktif didalam masyarakat dan
bisa dikatakan Mahasiswa atau tidak, karena belum semua pemuda yang
berintelektual mampu secara ekonomi untuk menjenjang pendidikan yang lebih
tinggi, karna biaya pendidikan yang semakin mahal. Bisa dikatakan Pemuda
memiliki Sosialisasi yang tinggi yang dapat berperan penting dilingkungan
masyarakat kuhususnya bersosialisai untuk menjadi penengah didalam lingkungan
sekitar maupun secara luas.
Pola Dasar Pembinaan dan Pengembangan Generasi Pemuda
Pola
pembinaan dan pengembangan generasi muda adalah agar semua pihak yang turut
serta dan berkepentingan dalam penanganannya benar-banar menggunakan sebagai
pedoman sehingga pelaksanaanya dapat terarah, menyeluruh, dan terpadu serta
dapat mencapai sasaran dan tujuan yang dimaksud.
Pola dasar
pembinaan dan pengembangan generasi muda disusun belandaskan :
1) Landasaan idiil : Pancasila
2) Landasaan konstitusional : Undang-Undang Dasar 1945
3) Landasaan strategis : Garis-garis Besar Haluan Negara
4) Landasaan historis : Sumpah Pemuda Tahun 1928 dan Proklamasi Kemerdekaan
17
Agustus 1945
5) Landasaan normatif : Etika, tata nilai dan tradisi luhur yang hidup
dalam
masyarakat.
Telah kita
ketahui bahwa pemuda atau generasi muda merupakan konsep-konsep yang selalu
dikaitkan dengan masalah dan merupakan beban modal bagi para pemuda. Tetapi di
lain pihak pemuda juga menghadapi pesoalan seperti kenakalan remaja,
ketidakpatuhan kepada orang tua, frustasi, kecanduan narkotika, masa depan
suram. Semuanya itu akibat adanya jurang antara keinginan dalam harapan dengan
kenyataan yang mereka hadapi.
Kaum muda
dalam setiap masyarakat dianggap sedang mengalami apa yang dinamakan ”moratorium”.
Moratorium adalah masa persiapan yang diadakan masyarakat untuk memungkinkan
pemuda-pemuda dalam waktu tertentu mengalami perubahan.
Menurut pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda bahwa
generasi muda dapat dilihat dari berbagai aspek sosial, yakni:
1. Sosial
psikologi
2. sosial
budaya
3. sosial
ekonomi
4. sosial
politik
Pengertian Pokok Pembinaan dan
Pengembangan Generasi Muda
Pengertian pokok
pembinaan dan pengembangan Generasi Muda ada dua yaitu:
1.
Generasi Muda sebagai Subyek
Generasi Muda subyek adalah mereka
yang telah dibekali ilmu dan kemampuan serta landasan untuk dapat mandiri dalam
menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi bangsa, dalam rangka kehidupan
berbangsa bernegara serta pembangunan nasional.
2.
Generasi Muda sebagai Obyek
Generasi Muda Obyek adalah mereka
yang masih memerlukan bimbingan yang mengarah kan kepada pertumbuhan potensi
menuju ke tingkat yang maksimal dan belum dapat mandiri secara fungsional di
dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta pembangunan nasional.
Masalah-Masalah
Generasi Muda
1.
Masalah-masalah yang menyangkut generasi muda
dewasa ini adalah:
2.
Dirasakan menurunnya jiwa nasionalisme,
idealisme dan patriotisme di kalangan generasi muda.
3.
Kekurangpastian yang dialami oleh generasi muda
terhadap masa depannya
4.
Belum seimbangnya jumlah generasi muda dengan
fasilitas pendidikan yang tersedia.
5.
Kurangnya lapangan dan kesempatan kerja.
6.
Kurangnya gizi yang dapat menghambat pertumbuhan
badan dan perkembangan kecerdasan.
7.
Masih banyaknya perkawinan-perkawinan di bawah
umur.
8.
Adanya generasi muda yang menderita fisik
dan mental.
9.
Pergaulan bebas.
10.
Meningkatnya kenakalan remaja, penyalahagunaan
narkotika.
11.
Belum adanya peraturan perundang-undangan yang
mengangkut generasi muda.
Potensi-Potensi
Generasi Muda
Potensi-potensi
yang terdapat pada generasi muda perlu dikembangkan adalah :
a. Idealisme dan daya kritis
b. Dinamika dan kreatifitas
c. Keberanian mengambil resiko
d. Optimis dan kegairahan semangat
e. Sikap kemandirian dan disiplin murni
f. Terdidik
g. Keanekaragaman dalam persatuan dan kesatuan
h. Patriotisme dan nasionalisme
i. Sikap kesatria
j. Kemampuan penguasaan ilmu dan teknologi
Tujuan Pokok Sosialisasi
Tujuan pokok
sosialisasi, yaitu:
Memberikan
keterampilan terhadap seseorang agar mampu mengimbangi hidup bermasyarakat.
Mengembangkan
kemampuan berkomunikasi secara efektif.
Membantu
mengendalikan fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan
mawas diri yang tepat.
Membiasakan
diri dengan berprilaku sesuai dengan nilai-nilai dan kepercayaan pokok yang ada
dimasyarakat.
Perguruan dan Pendidikan
Mengembangkan
Potensi Generasi Muda
Di
negara-negara maju, salah satu di antaranya adalah Amerika Serikat, para
mahasiswa sebagai bagian generasi muda, didorong, dirangsang dengan berbagai
motivasi dan dipacu untuk maju dalam berlomba menciptakan suatu ide / gagasan
yang harus diwujudkan dalam suatu bentuk barang, dengan berorientasi pada
teknologi mereka sendiri. Untuk mengembangkan ide-ide / gagasan-gagasan itu,
Institut Teknologi Maschussets (MIT) Universitas Oregon dan Universitas
Carnegie Mellon (CMU), telah membuat proyek bersama berjangka waktu lima
tahunan, melibatkan sekitar 600 mahasiswa dan 55 anggota fakultas dalam
program-program belajar dan membaharu dalam wadah Nasional Science Foundation
(NSF), di masing-masing pusat inovasi universitas-universitas tersebut. Hasil
yang dicapai proyek itu : Lebih dari dua lusin produk, proses atau pelayanan
baru telah dipasarkan dan menciptakan hampir 800 pekerjaan baru, dan memperoleh
hasil penjualan sebesar $46,5 juta (Kingsbury. Louise, 1978:59
Gagasan dan
pola kerja yang hampir serupa telah dikembangkan pula di negara-negara Asia,
misalnya : Jepang, Korea Selatan, Singapura, Taiwan. Jerih payah dan ketentuan
para inovator pada sektor teknologi industri itu membawa negara-negara itu
tampil dengan lebih meyakinkan sebagai negara-negara yang berkembang mantap
dalam perekonomiannya.
Sebagaimana
upaya bangsa Indonesia unrtuk mengembangkan potensi tenaga muda agar menjadi
inovator-inovator yang memiliki keterampilan dan skill berkualitas tinggi.
Individu
harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan) yang dibutuhkan bagi kehidupan
kelak di
masyarakat.
Individu harus
mampu berkomunikasi secara efektif dan mengembangkan kemampuannya.
Pengendalian
fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang
tepat.
Bertingkah
laku secara selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok ada pada
lembaga atau kelompok khususnya dan pada masyarakat umumnya.
Pengertian pendidikan dan
perguruan tinggi
Batasan
tentang Pendidikan Batasan tentang pendidikan yang dibuat oleh para ahli
beraneka ragam, dan kandungannya berbeda yang satu dari yang lain. Perbedaan
tersebut mungkin karena orientasinya, konsep dasar yang digunakan, aspek yang
menjadi tekanan, atau karena falsafah yang melandasinya.
a.
Pendidikan sebagai Proses transformasi Budaya
Sebagai proses transformasi budaya, pendidikan diartikan sebagai kegiatan
pewarisan budaya dari satu generasi ke generasi yang lain
b.
Pendidikan sebagai Proses Pembentukan Pribadi
Sebagai proses pembentukan pribadi, pendidikan diartikan sebagi suatu kegiatan
yang sistematis dan sistemik terarah kepada terbentuknya kepribadian peserta
didik.
c.
Pendidikan sebagai Proses Penyiapan Warganegara
Pendidikan sebagai penyiapan warganegara diartikan sebagai suatu kegiatan yang
terencana untuk membekali peserta didik agar menjadi warga negara yang baik.
d.
Pendidikan sebagai Penyiapan Tenaga Kerja
Pendidikan sebagai penyimpana tenaga kerja diartikan sebagai kegiatan
membimbing peserta didik sehingga memiliki bekal dasar utuk bekerja.
e.
Definisi Pendidikan Menurut GBHN GBHN 1988(BP 7
pusat, 1990: 105) memberikan batasan tentang pendidikan nasional sebagai
berikut: pendidikan nasiaonal yang berakar pada kebudayaan bangsa indonesia dan
berdasarkan pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945 diarahkan untuk
memingkatkan kecerdasan serta dapat memenuhi kebutuhan pembangunan nasional dan
bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.
Perguruan Tinggi adalah Perguruan Tinggi yang didambakan, diimpikan,
diharapkan, difavoritkan, dan dicintai oleh masyarakat pada umumnya dan
masyarakat kampus pada khususnya. Agar bisa menjadi Perguruan
Tinggi Idaman, maka ada 5 faktor yang menurut saya harus dipenuhi oleh
Perguruan Tinggi, yaitu :
a.
Mutu /
Kualitas
b.
Biaya
murah / terjangkau
c.
Keamanan / Kenyamanan
d.
Mengikuti
Perkembangan Zaman Bermanfaat Bagi Mayarakat
Alasan untuk Berkesempatan Mengenyam
Pendidikan Tinggi
Dalam hal inilah, maka pembicaraan tentang generasi muda/pemuda,
khususnya yang berkesempatan mengenyam pendidikan tinggi menjadi penting.
Karena berbagai alasan:
1.
sebagai kelompok masyarakat yang memperoleh
pendidikan terbaik, mereka memiliki pengetahuan yang luas tentang
masyarakatnya, karena adanya kesempatan untuk terlibat didalam pemikiran,
pembicaraan serta penelitian tentang berbagai masalah yang ada dalam
masyarakat.
2.
Sebagai kelompok masyarakat yang paling lama
dibangku sekolah, maka mahasiswa mendapatkan proses sosialisasi terpanjang
secara berencana, dibandingkan dengan generasi muda/pemuda lainnya, dan melalui
pelajaran seperti, PPKN, Sejarah dan Antropologi maka berbagai masalah
kenegaraan dan kemasyarakatan dapat diketahui.
3.
Mahasiswa yang berasal dari berbagai etnis dan
suku bangsa dapat menyatu dalam bentuk terjadinya akulturasi sosial dan budaya
dimana hal ini akan memperkaya khasanah kebudayaannya, sehingga mampu melihat
Indonesia secara keseluruhan.
4.
Mahasiswa sebagai kelompok yang akan memasuki
lapisan atas dari susunan kekuasaan. Struktur perekonomian dan prestise di
dalam masyarakat, dengan sendirinya merupakan elite di kalangan generasi
muda/pemuda, umumnya mempunyai latar belakang sosial, ekonomi dan pendidikan
lebih baik dari keseluruhan generasi muda lainnya. Dan adalah jelas bahwa
mahasiswa pada umumnya mempunyai pandangan yang lebih luas dan jauh kedepan
serta ketrampilan berorganisasi yang lebih baik dibandingkan dengan generasi
muda lainnya
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar